""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 16 September 2012

Catatan Bisu penuh Luka

Tak lelah pandangi potretmu
masih terasa percikan dari korneamu menembus rasa
tapi kembali luka yang tercipta

berlari aku dari catatan kita tapi selalu saja
bait-bait rasa itu bagai puzzle waktu
selalu hadir dan iringi helaan nafasku

hari yang indah dengan detik berdetak ternoda luka
luka yang bernama itu kian lama kian akut
hingga ingin kupinjam bahumu tuk sekedar bersandar

akankah lukisan itu kan luntur oleh waktu
akankah sajak-sajak ini kan memudar tanpa kau maknai

percik itu kembali menyala tiap kucoba sembuhkan luka
hingga terpekur dalam kegundahan kucatat dalam sajak bisu

goresan itu terlalu dalam mengakar membuat setapak
semakin jelas pernah kita lalui

pelangi senja takkan hadir tanpa gerimis sapamu
ingin berlari tinggalkan catatan lalu, tapi tangan ini
selalu saja goreskan catatan bisu  penuh luka tanpa kau mengerti

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...