""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 05 Januari 2009

Pada Airmata

kau ingin rasakan keheningan ini, seperti cucuran airmata, beterjunan
kanak-kanakmu, dalam segala moyak harapan

sudah lama aku kehilangan air mata, tangisku menjadi api menyala,
jangan, jangan membuatku menangis, karena pabrik-pabrik sudah menjadi
sepi, kanak-kanak sudah demikian damai dalam lubang besar pemakaman,

kau ingin rasakan kesunyian ini, seperti cucuran airmata, beterjunan
aku, mencari cintamu

sudah lama aku kehilangan cinta, tak ada yang tersisa, mungkin pada
pecahan granat di palestina atau bau bensin yang saat ini
tiada,
tiada lagi
yang tersisa, kau lihat sepatuku, perhatikan, di ujungnya, ya merah dan putih,
darah dan sedikit cairan otak,

kau ingin rasakan keindahan ini seperti cucuran airmata, beterjunan
mereka, mencari cahaya

aku rindu cahaya, di sini, dalam hatiku...


Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...