""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 12 Agustus 2009

Sembunyikah Kau di Balik Awan

aku tertegun menatap keybord
layar monitor menunggu aku tuliskan sesuatu
tapi aku hanya tertegun

sementara langit temaram dalam kedukaan
mendung tlah sembunyikan rembulanku
entah kapan aku bisa menemukannya lagi
esok malam,
ahhh kelak pasti kan ada jawabnya

sepi purba tlah naungi cakrawala
kembali kutatap langit
siapa tahu kau muncul tersenyum
menyembul dari balik awan

tapi kembali gelap
kembali kelam yang aku pandang
segelintir mimpi pun tlah tertata
walau sedetik ingin aku kembali menatapmu

biarlah keyboard dan monitorku
mencatat kegalauanku
saat rembulan sembunyi di balik awan
entah kapan rembulan kan kembali bisa kutatap

kaliwungu, 12 Agust 2009

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...