""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 28 Agustus 2009

Seumpama Angin Pesisir

Seumpama angin pesisir
Kerinduan yang semakin gigil ini
Telah setubuhiku dalam sajak
kepasrahan asa yang menggelegak
dalam wangi parfum tertiup angin gunung

Seumpama angin pesisir
Kerinduan jilati puncak dahagaku
telah basahi birahi yang mekar
dalam buai pesisir dan wangi kembang

Seumpama angin pesisir
Kerinduan sinari rongga dadaku
Ketika purnama mengambang diantara gelombang
kau begitu mesra tersenyum
Menanti kata dariku di pantai penghabisan

Seumpama angin pesisir
menjelma dan berserak seumpama daun,
kering di telapak kakiku terhempas musim
Seperti sumur-sumur kerinduan yang teramat dalam,
arwahku menghidupkan ilusi kupu-kupu

seumpama angin pesisir
Kelak aku akan pergi,
seperti mercusuar yang bercahaya di tengah laut
Kutahu inilah kebahagiaan yang bakal aku kenang
antara kerinduan dan perpisahan

1 komentar:

Latifah Hizboel mengatakan...

Pusi yg sangat indah pak nur...saya suka sekali.

oh ya link mas nurhadi udah saya add di blog saya..trimakasih.

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...