""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 23 September 2009

Membiru Senja di Pesisir

Tertatih kepiting laut merayap pelan
Kerang pun terseok merayap pelan
Bangau yang entah mengapa singgah di pesisir
hanya bisa menatap keduanya menghilang di bawah karang
tersiram riak riak dan busa membuih

sebentar kepiting mengintip
sbentar kemudian kepiting pun sembunyi
berlari dari tamparan puing2 kayu dan botol plastik
berserakan diantara riak membuatnya tak nyaman

Terlempar kerang kecil terdesak botol plastik
kembali bangun dan terseok tuk segera sembunyi
Bangau hanya kembali menatap tanpa bergerak

Jala dan kail bersandar di biduk yang membisu
angin pun tak mampu tenangkan gelisahku
entah mengapa birunya laut menjadi misteri hari ini
kepiting, kerang, bangau temani aku yang
entah mengapa hanya membiru dalam senja di pesisir

1 komentar:

pelangi anak mengatakan...

A good posting! Terus berkarnya...semoga segera bisa menggantikan Pak Rendra....

Oiya, maaf agak terlmbat...Mohon maaf lahir bathin. Semoga Alloh selalu memberikan anugrah kesehatan lahir bathin, juga terus melindungi, membimbing, dan memilihara kita, sehingga kita selalu bahagia dan selamat dunia akhirat, amien!

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...