""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 28 September 2009

Senyum Karang di Fajar Hari itu

Bulan sepotong menggantung di ujung langit
seiring takbir subuh seberkas cahaya bersinar
walau kecil tersudut di langit timur laut
pesisir pun purba dalam kedukaan

riak berdebur tak mampu usik camar
riak berdebur tak mampu bangunkan biduk tertidur
kerinduan tlah beku dalam buai angin pesisir
kerinduan pesisir pada angin gunung hanya menjadi sajak

semburat merah pun tertoreh di ufuk timur
angin perlahan berbisik
"Pagi ini matahari dan bulan pada langit yang sama"
hanya senyum yang tersunggih
entah apa makna senyum yang tiba-tiba merekah
pada karang yang bertapa dalam diam

1 komentar:

nol-pitu mengatakan...

Puisi-nya indah sekali Mas!
Saya pernah mencoba untuk menulis puisi, tapi mengalami kesulitan yang teramat sulit, hingga akhirnya macet he..he..he....mungkin tidak bakat kali yah!

Oiya, mohon maaf lahir bathin bila selama ini telah ada riak dosa ketika kita saling berinteraksi.

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...