""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 27 Mei 2011

Kumaknai perjalanan ini

Kumaknai perjalanan ini
sebab tak ada yang lebih gelap dari malam
menatap kelam dari jendela kereta
sunyi dari segala kata

kugubah gemerisik roda menjadi simphoni
derit besi bergesek antara sambungan kereta
kuletakkan kembali catatan dalam tiap dingin
menerpa menembus selimut kereta harina

membuncah rasa ingin lelapkan mata
tapi raga tak bicara leleh dalam duka
menggengam dalam pelukan bayang rindu

semua diam terlelap dalam kursi berjajar
membisu dalam balutan selimut hijau
tiba-tiba kau mengetuk jendela, tersenyum
dan sapaku seiring detak yang berdetik dipenghujung malam

sketsa bayangmu menjadi makna
memahat rindu bergemuruh sepanjang rel
terjemahkan dan maknai sajak bisu
merindukanmu dalam perjalanan malam

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...