""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 20 Mei 2011

Menunggu Ziarah Hatimu

meniti catatan hati
pada kalander bisu, pada detik yang berdetak
berakhir dipemakaman hati

menancap nisan rasa bersemayam dalam pilu
menunggu ziarah hatimu
kembang harum telah kau taburkan dalam
duka berkepanjangan

membuncah raga mati tanpa kata
tak mampu pecahkan pilu

kuberteriak dari kubur rasa
kau selalu balas bila dengar rintihku
tak pernah kau sambangi pekuburan ini
apalagi ziarah hatimu tanpa harapku

meniti catatan hati
pada kalander bisu, pada detik yang berdetak
berakhir dipemakaman hati

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...