""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 30 Januari 2013

Kembali Kutitipkan

Entah ini ke berapa kembali kutulis kagumku
langit begitu biru hingga bisa kurangkai bintang
bagai puzzle bentuk sketsa senyummu
berharap tak luruh dan jatuh memudar dalam rintik
jika mendung tiba-tiba rengkuh sketsamu

simphoni begitu manja
daun-daun luruh pada embun,
daun-daun sendu pada senja memerah
daun-daun tertidur pada pekat yang dingin
tapi tak satupun daun teduhkan hati yang merenda waktu

kembali kutitipkan pada keajaiban semesta,
akankah embun yang tlah menetes dari pucuk daun
kan kembali bergelantung dan bersandar manja pada daun
begitu juga dengan sajakku, kan tetap kagum

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...