""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 21 Januari 2013

Susuri Setapak tiap Lorong di Hati

Diam tlah penjarakan gelisahku,
gelisah liar mengembara di bawah bulan separoh
mengambang di sela awan berarak

mengapa tiada bisa kudengar cericit ngengat,
gelisah pun mekar di mataku
gerimis merintik di bawah bulan separoh
pucat temaram sudahi senja tingkahi malam

gelisah masih saja gerayangi kenangan lalu
belum lunas rasanya, belum juga temukan dirimu kembali

kembali kususuri setapak tiap lorong di hati, di sudut korneaku
tlah menyusup seluruh kerinduan,
perlahan mengalir reguk seluruh rasa
gagu kelu dan bisu kembali bersarang menutup sajakku

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...