""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 10 Februari 2009

Purnama Darah dalam Jemari

Purnama di Atas Ranjang

Purnama di atas ranjang
air mataku adalah nafas puisi angin,
awan dan gelombang diam
kemudian desah rindu tertikam dan
sunyi mendekap dalam kelam
malam lenguh lembu di sudut desa
samar terdengar


Masihkah Ada di Aliran Darahmu?

Ia hadir dalam alir darahku darahmu
saripati kehidupan ia hadir dalam mimpiku mimpimu
guratan keinginan ia hadir dalam nafas kita yang menyatu di suatu waktu



Dengan Jemari

Dengan jemari kita diusung bebatu
membangun bangunan yang kita impikan
dengan jemari kita dipulas warna
menghias dinding yang kita angankan
dengan jemari kita dirangkum cinta
mengisi semesta yang kita rindukan

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...