""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 28 Februari 2009

Air Mata dan Cinta

Jika aku adalah air mata
Aku ingin lahir dari mata indahmu
Hidup bahagia di lembutnya pipimu
Dan berakhir manis di bibir tipismu

Tapi jika engkau adalah air mata
Aku takkan pernah sekalipun menangis
Karena aku tak ingin kehilangan dirimu
Biarlah tetap indah di mataku

Februari 2009
Rangkaian kata yang tak mungkin terwujud

Kenapa tangis harus menghalangi, padahal kutahu keputusan ini adalah yang terbaik, doaku selalu bersamamu semoga kebahagiaan selalu mengiringi hari harimu. Engkau tak perlu ragu tentangku bahwa aku tidak membencimu. Tidak dan tidak. Walau kekecewaan itu hadir karena kemarahanmu tapi batin ini berontak mengatakan aku salah jika harus membencimu bahkan mengumpatmu , sekali lagi tidak. Sebab semua ini harus kita jalani sebuah konsekuensi dari kesalahanku sendiri dan inilah bagian dari pilihan hidup.Maaf selama kuhadir denganmu kutampilkan karakter yang sepertinya bukan aku, tapi semua itu karenamu yang mencoba menggugat atas kecemburuan-kecemburuan yang mesti ditampilkan walau saat ini aku masih ragu dengan kecemburuan.
Terimakasih atas semuanya engkau terlalu baik untukku, sebab denganmu aku masih bisa tersenyum bahkan doa doa kebahagiaan untukmu takkan pernah habis. Kuingin pilihanmu dalam keihlasan, berada dalam kejujuran, biarlah hanya aku yang merasakan kebodohan itu. Sebab, tak berarti jika aku harus terus berada dalam kekecewaan, terus berada dalam bayang bayang kerinduan. Kini akan datang sosok menghantarkan bunga, dari sekian yang engkau darinya engkau meminta apa saja kan diberikannya, dia memberikanmu, moga dia dapat memberikanmu. Aku kan tetap tersenyum mengiringi kebahagiaanmu sebab itu adalah putusan terbaik, bahkan jika aku mengumpatmu berarti sama dengan membuatmu tak tersenyum satu hal yag tak kuingin itu berada dalam hari harimu.
Memang berat untuk semua ini, tapi itulah yang harus dihadapi, aku masih ingat dalam dialog terakhir kita engkau seakan menggugat diriku sebab yang kutampilkan adalah kebodohan, yang kutampilkan adalah membaca privasimu, membaca selama ini, membuat kecemburuan-kecemburuan yang tak berarti, kutampil dengan kekecewaan bahkan menghujat bahasa privasimu itu, seperti tidak tegar menghadapi putusan ini padahal seperti apa yang pernah aku katakan bahwa kita harus tetap tersenyum dan tegar dalam menghadapi apapun masalah itu.
Terima kasih ya…….., engkau masih mau memperingatkanku tentang semua itu.Tapi bisakah engkau memberiku kabar tentangmu, sebab kebersamaan yang sesaat bersama kita harus kita akhiri dan selanjutnya kita mengiringinya dengan doa doa kebahagiaan.Selamat tinggal doa untukmu selalu. Tapi jika suatu hari dia memberimu kedukaan dan kekecewaan maka batin ini tak rela itu semua sebagaimana engkau pernah merasakannya namun jangan ragu kukan tetap hadir dengan senyum untukmu jika engkau masih mengizinkan. semoga engkau dan aku tetap tegar dalam hidup ini. Semoga engkau masih memberiku inspirasi dalam melahirkan bait bait puisi atau pun catatan kumal dan sewajarnya aku minta maaf jika dalam puisi dan catatan kumal yang lahir, ada bahasa yang barangkali membuatmu kecewa ataupun tersinggung tapi yakinlah semua itu hadir sebagai sebuah refleksi dari kerinduan itu sendiri tak ada maksud untuk melukai hatimu apalagi membuatmu dalam kedukaan, dia hadir hanyalah menggambarkan dari apa inspirasi itu sendiri dan semua itu berihtiar semoga siapapun yang membacanya dapat belajar darinya kalau memang dia menangkap makna yang dikandungnya. Sekali lagi maaf jika bahasanya teramat menyakitkan bukan maksud untuk membalas atas kekecewaan, dia hadir untuk menyapa kita agar kita belajar darinya dan dia hadir bukan dalam ruang dan waktu yang kosong, kehadirannya bersama cinta itu sendiri.
Maaf untuk kesekian kalinya.Adalah bukti walau aku berada dalam kekecewaan saat ini, tetapi bait bait puisi itu tercipta dalam makna doa untukmu, sebuah doa dalam nyanyian kebahagian untukmu.walau berat kurasa tapi inilah kenyataan, selamat meniti hari hari bahagiamu dan tak ada yang harus kita tangisi, tak ada yang harus kita takuti kecuali kehilangan keberanian menghadapi hidup ini.
Cinta hadir tak pernah mengharap apa apa kecuali dirinya sendiri dan cinta tak selamanya harus bersama sebab kekuatan cinta haruslah bersimpuh dihadapan sang pencipta ini. Berjalanlah dengan senyum masuklah dalam rumah kebahagiaan itu dengan ihlas penuh harap keridhaan. Ini semua adalah kehendak cinta itu sendiri, dia hadir memberi pilihan dan harus dijalani walaupun dalam sayap cinta ada pedang yang akan melukai , tapi yakinlah semua itu merupakan ujian dari cinta itu sendiri dan semoga ketakutan lari dari kita, semoga keberanian bersama kita. Tegur sapa dalam cinta adalah kenyataan dari cinta itu sendiri bahwa cinta hadir haruslah berada dalam dialog cinta pula sebab dengannya maka kita akan memahami cinta itu dan untuk lebih mamahaminya maka kita harus mengikutinya karena panggilan cinta adalah panggilan sang ilahi yang diberi dalam hati kita.
Semoga ini adalah awal dari perjumpaan cinta kita entah di detik mana dia akan ketemu.


Srondol, 23-25 Januari 2009,
Saat cinta memanggil kembali untuk kembali tersenyum kepadanya.

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...