""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 02 Maret 2009

Angin Pesisir di Awal maret

Angin pesisir menghembus pelan
merambah dedaun, lembah, ngarai
mengembara tuk menyapa angin gunung
keramahan suasana pegunungan tlah purba

Entah mengapa? angin pesisir hanya meraba
badai tlah hanyutkan rasa
mungkin benar kabar yang kau dengar
tapi, tak semua seratus persen benar
hembus angin tlah dibumbui rasa hingga
kebenaran tergilas fitnah membara

Semua terangkai dalam rangkaian kenangan
kelam manis bersemayam dalam kubur luka
tersingkap di kala kau luka,
luka pun makin menganga saat kesadaran tiba

Angin pesisir hanya membatu bersama karang
biduk, layar, dan kepiting
sementara bangau tetap mengais lumpur di antara
bangkai kenangan usang

Hanya harap angin pesisir, semoga
tersingkap dalam hatimu
cahaya cinta yang pernah ada

Kalaulah dulu kau pernah merasa
bahagia, jangan kau ungkap sesuatu
yang justru menghapus semua

Angin pesisir tak pernah memaksa
jika ini harus terjadi
biarlah semua seperti sungai
mengalir hingga bermuara di pantai

Biduk pun terpekur dalam dengkur
tertegun memandang pegunungan
diantara balutan kabut dingin
dan membeku

1 komentar:

Sawali Tuhusetya mengatakan...

ketika angin pesisir telah datang, saatnya membentangkan saya dan merentangkan gendewa, bukannya bersembunyi di balik selimut yang tebal.

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...