""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 24 Mei 2009

Kerling Matahari Senja di Pesisir


Kerlingan matahari belum genap bersandar
di ujung barat
aku terduduk di antara karang dan keranjang ikan
memandangi hamparan riak berbusa
dengan hati terbebat luka

aku hanya diam
ketika harus mengalami ini
dan aku mencoba tegar
untuk realistis menatap
untuk tak terjerembab


apa arti bayang ini bagiku
haruskah aku memasung hati
haruskan aku terdiam
dan memasukkan seluruh isi kepala ini
kedalam lemari es agar beku

mengapa semua bayang ini memanggilku
mengapa semua bayang ini membuatku luka
mengapa bayang ini melilit gerakku,
haruskah
aku menumpahkan isi otakku
sedangkan kau diam terpaku

dan hanya bicara tanpa mendengar
dimana aku harus melepaskan semua kegilaan tangan ini
sedangkan kau hanya sibuk
dengan ego dan emosimu
apakah arti sebenarnya
semua ego yang tinggi ini
seluruh kegilaan ini
apakah aku harus luluh
apakah aku harus menutup semua bayangmu

apakah aku harus membelenggu hati ini
hingga luruh segala asa tanpa bisa dimaknai
seperti kerlingan matahari senja ini


1 komentar:

Li mengatakan...

selalu bagus mas...^^

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...