""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 26 Juli 2010

Dingin Malam di Preanger

Kepada mendung yang bergelayut di atas preanger
biarlah menggantung di sana
tebal menggumpal berarak iringi sajakku
tlah terjalin sajak baru dalam rotasi perjalanan suci

apakah tentang kisah kita
atau pada kerinduan semu yang menebal
aku tetap terpaku di sisi jendela
tatap kunang-kunang jalanan beriring sibak dingin kota

dua malam kulalui tanpa hangat senyum dan kerling matamu
aku tetaplah setia pada kesepian
setia pada kesendirian

dalam dingin malam preanger
di lantai tujuh aku mematung
menatap sajak-sajak yang tertoreh
bagai buku sejarah yang kan tetap terbaca

detak menit ke jam berkejaran selimuti malam
dalam dingin preanger aku belajar padamu
wahai sajak-sajakku

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...