""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 23 Juli 2010

Sajak Dingin Tertoreh di bawah kilau Bulan separoh

Dari pesisir dingin kemarau bulan ini
lambaian bayangmu berderai lembut
angin senja tetap terisak menahan keluh di sudut hati
termenung dalam sajak-sajak pesisir

Indah nian sajak yang tertoreh karena senyummu
seikat rasa tercengkeram rindu tuk tatap kedua korneamu
bercumbu dengan ramah dalam raut cantikmu

Aku yang sekarat tak kuasa ungkap
akhirnya tercecer dalam tatapan semu
mungkin malam dan dingin bulan ini
kan bicara pada hatimu

tentang angan yang tak tersampaikan
tentang rasa yang tak kau mengerti
hanya kornea dan detak jantungku
berharap kau mengerti
bahwa awal kemarau tahun ini
sajak-sajak kerinduan tlah tertoreh
bersama bulan separoh malam ini


Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...