""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 17 Juli 2010

Rinduku bersama gerimis

Langit tak pernah berubah, masih saja bersemayam awan dan rintik satu-satu
mendung menggelayut tak kuasa bertahan
gerimis makin tak sabar buai pendar-pendar rasa yang tak terungkapkan

Entah gerimis keberapa aku kembali lihat wajahmu membayang
aku masih memaksakan diri menunggumu, hanya untuk sepotong senyum
Aku sudah menyiapkan sajak, sajak yang akan mengenang senyummu
sajak-sajakku tlah juga ada kau dalam jiwaku.

Sajak yang kutulis dalam selembar kisah , ketika angin membimbing jariku,
sajak kutulis dalam malam hujan berkabut, yang melukiskan betapa
aku tak mampu tuk kuasai rasa yang terus membara
dalam gerimis aku tersungkur merindumu



Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...