""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 10 Juli 2010

Siluet Hati pada Senja di Pesisir

Hari ini senja berlalu dalam buai ombak
pasir tlah manjakan punggungku, yang
lelah mengukur waktu bersama langit yang memerah

telanjang telapak ini menyisir pasir kenangan
tersenyum buih bergulung, tersketsa di sepanjang pesisir
ombak, pasir, angin, camar, biduk tlah bercerita tentang keabadian
membisikkan kenangan pada pasir yang tersenggama rasa

berlari kepiting kecil masuk ke satu lubang dan lubang yang lain
terhempas kala ombak mendeburkan buih-buih putih
kepiting kecil itu tak lelah tuk kembali berlari
sementara aku hanya bisa menulis dalam sajak-sajakku

sajakku melepaskan cengkeraman pada sketsa-sketsa kenangan
penat menyatu menusuk-nusuk bersama ombak yang kian pasang
aku terpuruk dalam kesendirian pulas tertidur dalam bahagiamu
seraya mengucap selamat jalan pada pantai kenangan

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...