""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 20 Februari 2013

Dalam Hangat Segelas Bajigur

Kupandang segelas bajigur dalam genggamku
pada riuh penjaja pakaian dan sandal di tengah alun-alun
bukanlah angin yang gigilkan tiba-tiba
tapi pandangku terantuk seraut bayang
bergoyang di antara buih jahe dan kacang hijau
seketika geletar degup pacu memori
temukan kembali dirimu dalam dingin malam ini

aku mengenangmu dengan sajak tentang perjalanan
di mana aku harus melangkah dan kembali pada kereta,
pesawat terbang, taksi, ojek  atau bahkan becak sekalipun
selalu saja kau hadir paksa aku menulis tentangmu

seperti malam ini dalam segelas bajigur perlahan
kehangatan dalam tubuhku menjelma rentetan kata,
pedas cabe dan asin tahu silih berganti menggumam dalam bibirku hingga aku tak mampu eja namamu


waktu berlalu seiring lalu lalang entah siapa dan membeli apa
atau hanya sekedar istirah karena lelah,
masih saja kau menari dalam gelas bajigur

menggelegak seketika kala kusentuh bibir itu kau pun mendekat
dan kita menyatu dalam hangat segelas bajigur 
menyusup tingkahi kerongkongan
tasbihkan kata kau adalah aku


 @Kaliwungu 20 Feb 2013
Bajigur =  Minuman khas kaliwungu bahan dari kacanghijau, gula merah dan jahe

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...