""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 19 Februari 2013

Senja di Stasiun Rindu

Senja memerah pada titian kilometer
semakin jauh aku meniti tak jua kutemui kamu
sisa matahari masih bertengger di pundak stasiun
bayangmu seketika menjadi alur pilu

Antara ada dan tiada koyak-koyak setapak rindu
berkelok lurus dan menurun seiring waktu
aku baca pada garis biru di bayang matamu
tertoreh catatan lalu
semakin jauh aku meniti
semakin kau berlari sembunyi dibalik perdu

di sepanjang rel aku meniti satu satu
pada setiap batu ku tanya tentangmu
tiada satu pun kan jawab, sepi dan membisu
hanya seekor ngengat bermain pada segurat lampu
tingkahi senja sebelum malam menyapu

senja perlahan meredup
aku ingin ceritakan padamu
tentang senja memerah, tentang rel kereta
dan seekor ngengat bermain pada segurat lampu
sembari bersandar di pundakmu
nikmati senja di stasiun rindu

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...