""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 18 Februari 2013

Peron Membisu


Aku tak tahu harus bicara apalagi
semenjak kau hembuskan peluit, keretamu semakin menjauh
kupandangi dikelokkan terakhir tanpa lambaianmu
aku membisu di bawah jam dinding besar samping peron
kusulam detik, menit, hingga jam menunggumu

Aku tak tahu harus bicara apalagi
belum juga kulihat tanda kepul asap keretamu kembali
bagai narasi panjang tiap gerbong duduk kenangan-kenangan itu
kugapai hari, kupetakan rindu menunggu sapamu
di samping peron kusajikan sajak tentangmu

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...