""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 25 Februari 2013

Inikah Luka Peradaban?

Luka makin menganga
tingkahi purnama tanpa pelangi

bulan membara tanpa makna
aku unggah segenap luka hingga jelas
kulihat tusukan belati tatapanmu
kurasakan perih simpul senyummu


ingin kulumatkan semua setapak
menjadi puing-puing kegelapan

kubiarkan luka menganga
hingga darah meleleh menyeret kenangan
duaratus keringat pengorbanan

kulihat kudengar dan kurasakan
betapa kelicikan semakin menjadi
mengubah almanak menjadi sampah peradaban

menatap pengemis tertatih memberi makan
tikus tikus got, sementara tikus berdasi menari
dalam perjamuan demokrasi
mimpikah ini?

kegelapan menjadi ajang pesta
bagi hasrat menjijikan , dalam lingkar puting anyir
melata tertatih seekor cacing emas
pada segenap ranjang kemunafikan

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...