""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 15 Juni 2012

Kamulah Roh dalam sajak-sajakku

Aku masih tempatkan kamu
selaksa embun di tepian hatiku
hangat menetes ditiap detak jantungku

Aku masih tempatkan kamu
yang selalu hadirkan mekar mewangi dalam
kemarau kerinduan sajakku

aku masih saja menunggu semilir desahmu
hingga lelapkan jiwa dalam hangat kata-kata
lenakan keindahan serasa rebah di sayap kupu-kupu

Aku masih tempatkan kamu dalam tiap larik
kamulah roh dalam sajak-sajakku
masih bersemayam memakna hingga luruh

kubisikkan lirih kutitipkan pada angan
Masihkah kamu maknai sajak-sajakku yang pernah menyibak jiwamu..,
yang telah purnamakan malam walau bulan separoh menggantung

Aku ceritakan dalam tiap sajakku
bahwa hangat jemarimu masih saja hiasi ruang memoriku
Aku katakan dalam tiap sajakku
bahwa dekik pipimu masih bermain dalam angan kerinduanku..

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...