""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 23 Juni 2012

Lara dalam Labirin Hati

Lara tengah berkuasa di labirin hati
kekaburan makna tersisa dari sebuah elegi kejujuran semu
tiada terucap, tiada terbayang wajah dari sekeping cermin
berlalu genggam senyum dibibirmu


dinding-dinding sajakku terukir sayatan kata
tajam meluluhkan keindahan lalu

lembar-lembar sajak t'lah banyak kupas meretas dalam bilik kita
sajak bukanlah kertas lemah kan robek tertetes airmata
sajak ini kan abadi terkubur tanpa batu nisan

sekerat duka membiru memar luka meradang
tenggelam dalam duka mengeram menghentikan tarian puitis bibirmu
melenggang tanpa menoleh kau titipkan dukamu abadi

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...