""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 17 Juni 2012

Senyum itu Tetap Ada dalam Sajakku

bulan tiba-tiba bertandang dalam gigil kemarau
gelisah berenang di linang kaca korneamu
sepi pun merasuk dalam diam sepi pandangmu
kembali kelu kaku tiada kata membuka memori lalu

Tak pernah bisa kuhitung gelombang dahsyat matamu
luluh lantak tulang tiap maknai sorotan puitismu
hingga rebah damai di bahumu

rontok satu satu daun meranggas di awal kemarau
teriakkan reranting merentak dan detak itu berpacu

aku masih saja temukan jejak berserak
kuingin rangkai kembali daun-daun itu
seperti berkaca pada korneamu
aku masih utuh dan bersemayam di sana

bulan bertandang dalam gigil kemarau
gelisah berenang di linang kaca korneamu
aku rebah dalam imajiku merangkai bayang
pada resah, pada sunyi hingga tersketsa
senyum itu tetap ada dalam sajakku

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...