""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 11 Juli 2009

Dimanakah Kau Bersembunyi

masih terngiang kala senja melangkah
menyusuri jejak purnama semalam
bayang kabut sore ini pun menggumpal,
gelap mencekam dan berarak menghitam
menunggu detik per menit berlalu tanpa bayangmu

pesisir bisu dingin dan beku
biduk tertambat di ujung bambu,
diam diterjang riak yang terus berdebur

pesisir tetap setia menanti walau tahu
hidup bergulir musim menjadi butiran debu
hingga sekelebat awan berayun di angkasa
melahirkan kapas-kapas dalam dada
menyesak
menjejal
asa pun membabi buta

kutertatih memecah buih rasa dalam kawah kerinduan
di manakah kau bersembunyi
di balik cakrawalakah kau berselendang kabut
atau di haribaan belantara dan gunung
dimanakah kau bersembunyi
dipesisir ini aku masih merindumu

1 komentar:

rarah mengatakan...

saat dirimu mencoba menggapai senja
aku disini menanti senja
saat deru ombak memecah pantai
aku disini berjalan lunglai
kulihat kincir angin berputar
kucoba mencium bunga tulip yang semakin pudar
kurindu hangatnya mentari
dan harumnya bunga melati
sayang aku tak mudah berpijak
bukan hanya karena jarak

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...