""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 29 Juli 2009

Senja di Lobi Garden Ussu

Di lobi Garden Ussu menatap pangrango kala senja hari itu
langit Cisarua mengajak bercerita tentang rindu dan cinta
aku pun kembali menepi pada tiap makna sajak
seiring denting waktu memburu kelam
saat engkau berlayar di tiap jengkal resah dalam hatiku

Hati mengembara melayang membisik pada angin gunung
larut bersama indahnya semesta
pada hamparan tingkap tingkap perbukitan hijau
yang tak lagi ranum ternoda villa dan hotel
hingga menggapai kaki langit

dingin semakin menusuk
kusampaikan rindu pada kelelawar yang mulai berkelepak
mengangkasa tak bosan melepas rindu pada malam
mematunglah aku di lobi Garden Ussu
memandang bayang wajahmu di senja kala itu

aku rasakan kau semakin dekat
bahkan lebih dekat dan membatu di korneaku

Cisarua, 25 Juli 2009

2 komentar:

Ateh75 mengatakan...

wah puisi yang indah ...saya mau belajar sastra disini..Ada award untuk anda silakan diambil .terimakasih.

hery mengatakan...

puitis banget pak,....... maklumlah guru sastra kog ...hehehehe...
semangat blogging pak guru....

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...