""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 22 Juli 2009

Sajak Purnama Rapuh Terlukis dalam Cermin

Kau tak akan pernah mengerti
ketika kutitipkan rasa pada kupu-kupu yang bersemayam di hatimu
hingga membuat bibirku ingin mengecup pipi ranummu
rindu pun menjelma sajak bergulungan dalam ruang hatiku

di lingkar mataku kau adalah pelabuhan rindu
setumpuk rasa ini telah kusulam menjadi sepasang baju untukmu
menyebut namamu bak gemuruh ombak yang kubaca dari getar bibirmu

ada yang tak tereja dengan sempurna ketika kau panggil namaku
tapi mungkin kau takkan pernah tahu

sajak purnama tlah rapuh terlukis dalam cermin
menjelma bayang bayang retak
tapi nafas ini masih sempurna
berhembus dan berdetak merajut namamu

masih saja harum terselip sepi
pelita asa menyala hidup dan mati
tetap menyala dalam buaian pesisir
di antara sajak-sajak satir

3 komentar:

zhie mengatakan...

bagus bgt......

Ateh75 mengatakan...

Wah romantisnya...

irmasenjaque mengatakan...

romantissssss bgt mass,,,,

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...