""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 26 Januari 2014

Di Stasiun Kereta Api, Aku.......

Di stasiun kereta api,
entah apa yang kucari hingga tiap jam kusinggahi
sepanjang pantura
rel itu tak peduli jerit dan resah penumpang
kursi hijau mengejek tajam
selimut hijau merayu tanpa henti
kaca jendela sketsakan cerita lalu
kulihat di luar kereta
bercengkerama anak kucing dua bersaudara
ayam bercinta di tengah kerumunan penjaja tiban
kebul asap hempaskan bau sedap menyusup
berkolaborasi bau wc yang menyengat

Di stasiun kereta api,
bermacam ekspresi lukiskan luka
luka ingkari waktu
ingkari asa yang tertunda
berlari menuju toilet, berlari mencari sepincuk gudangan
berlari demi sepotong gorengan
berlari berlari buang duka hadirkan senyum getir kegalauan

Di stasiun kereta api,
aku hanya diam
serupa luka menganga semakin menganga tanpa sapa
banyak sudah kado rindu kusiapkan tapi selalu saja duka kau suguhkan
ingin rebah sejenak tuk hadirkan pesta
kembali belati runcing menyayat ingatan



25012014

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...