""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 01 Januari 2014

Tak ada terompet dan kembang api untuk Nang 1

"Mak, nanti malam jangan tidur dulu ya, 
aku mau tunjukkin Emak sesuatu yang Indah malam ini, 
di belakang gubug, dekat pantai Nang sudah siapkan meja kecil dan kursi"
"untuk apa Nang?, maafkan Emakmu Nang, tidak bisa belikan kamu terompet, 

dan kembang api"
 

"justru itu Mak, kita cukup duduk di sana dan nikmati langit 
yang kan bercendawan pelangi malam ini Mak,
tidak bising letusan dan terompet Mak"
Emak hanya diam, 

dipeluknya Nang erat, 
wajahnya berubah sembab
 isak pun perlahan terdengar 
seiring azan magrib mengumandang senja itu.

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...