""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 01 Januari 2014

Tidak ada terompet dan kembang api untuk Nang 2

"Mak, apakah Mak masih punya uang siang ini?"
"Nang, kamu tahu kan Bapakmu tak pernah pulang apalagi kirim uang, 

sementara hasil jual kayu yang kemarin mak cari, 
sudah buat beli makanmu tadi siang, Nang"
"boleh tidak Mak, tabungan Nang di bawah dipan nang ambil"
"untuk apa si ? mengapa kamu begitu ingin uang saat ini"
"itu Mak, dedek tetangga sebelah mengamuk minta terompet, 

aku kasihan Mak, 
mungkin saja masih ada sisa terompet semalam yang dijual murah Mak"
Mak tak mampu mencegah ketika nang meraba-raba uang simpanannya di bawah dipan,

berlari Nang tinggalkan Mak yang hanya mematung 
mengingat Nang sendiri tidak meniup terompet semalam.

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...