""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 21 April 2009

Cahaya di Sudut Fajar

Ya Allah...
Inilah hamba-Mu yang meratap mengharap percikan cinta-Mu
Engkau tahu betapa jelaga nista terus memburu,
dosa dosa melagukan soneta hawa nafsu
kelu lidahku untuk mengaku di hadapan-Mu
malu jiwaku untuk menatap-MU,

Ya Allah...
Dalam gundah penuh ragu aku menghampiri-Mu
Menatap diriku sendiri yang selalu berpaling
Sesekali dosa-dosa kusesali
Tetapi berjuta kali kuulangi
Betapa takdir harus menghadap-Mu
Sedang seluruh syaraf batinku hanyalah kisah kepalsuan
Sungguh tiada yang mendesakku,
kecuali sebuah pengampunan-Mu.

2 komentar:

Anazkia mengatakan...

Subhanallah...

Tera mengatakan...

mari...

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...