""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 26 April 2009

Kunang-Kunang Menari

Kunang-kunang menari menembus kabut
berputar-putar menyeruak menyibak kelam
rintik satu-satu menetes
di dingin batu pualam suci

sinar kunang merambah marwah
bayang semu senyum hadir
menumpang kereta kala pukul 23.00
akankah kau jumpai stasiun mimpi?

Tatapan itu masih mengiang
menjadi tiket mimpiku
tajam, penuh makna dan rasa, hingga aku luruh
berharap bersua di stasiun mimpi

Peluit t'lah menjerit
memekik seirama kabut
di antara rel dan peron yang membisu
aku tersuruk

sementara kunang-kunang masih menari
menembus kabut menyibak kelam
kuharap menerangi ruang rindu
hingga ke stasiun mimpi

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...