""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 22 November 2008

Arahkanlah Jalanku ya Rabbi

Ya Allah ... seandainya hari ini yang terakhir buatku,
maka tentukanlah setip helaan nafasku, dalam kalimah dan namaMu
yang Maha Besar, yang Maha Agung, denyutkan nadiku hanya untuk Rabbi
kuatkanlah langkah kaki ku
agar bisa melangkah lebih jauh mendekati kuasaMu ya Allah
hanya kepadaMu kumohon
tiada siapa yang mengerti perjalanan qalbu ini
wahai kekasihku yang Abadi
hanya Kau, Kau yang tiada tandingan,
bagaimana bisa kuteruskan hidup tanpaMu di sisi
walalu kulalai pada setiap masa karuniaMu
jangan kau biarkan aku terkorban,
dengan dunia yang menghancurkan keindahan nilai cintaMu
ku rayu padaMu ya Allah
pandanglah pada aku yang kerdil ini walau sesaat
agar ku dapat genggam kemas madu asmara ini
sungguh akan kupersembahkannya pada pertemuan abadi
yang akan berlaku diantara kita
aku akan dimandikan dan diletakkan wangi-wangian
tatkala jasad ini dibawa menghadapMu
banyak yang akan menyaksikan upacara pertemuan kita
ya Allah aku belum mengerti
akan kekuatan yang ada di sisi
mampukah aku menghadapMu
walalu nuraniku begitu merindui rahmat dan inayah Mu
ya Allah aku masih meragui kekuatan insan isekelilingku
mampukah mereka menghadapi sebuah perpisahan yang hakiki
ya Allah beri aku dan mereka kekuatan
agar kami bisa menerima perjalanan
sebuah kehidupan yang telah Kau tetapkan
di atas illyin terindah di lauh mahfudz sana.

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...