""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 13 November 2008

Bila saatnya Nanti Ku ingin

merendah hari demi hari terasa letih pada tubuh
pada jiwa ingin berhenti sejenak
di pelabuhan , di stasiun ,di terminal atau di mana saja mencari dan mencari

ingin singgah di rumahMu
kulihat pintu nya selalu terbuka tapi
seribu gelisah menghampiri ada ragu mungkin kah
Kau mau menerimaKu
kucoba terus berjalan kearah rumahMu
kini aku sudah sampai pintu dan masuk ke dalamnya

Kau begitu menyenang kan , aku senang di rumahmu aku tenang , aku teduh ,
aku ingin tidur di rumahMu
bahkan saat nya nanti mata ku tertutup kuharap aku mendengarkan panggilanMu
saat dhuhur , saat ashar , saat maqhrib , saat isya ,
saat subuh dan saat nya nanti aku menutup mata kuharap
Kau ada di seluruh jiwa dan hatiku ALLAH HU AKBAR , ALLAH MAHA BESAR

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...