""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 18 November 2008

purnama di perkawinanmu

Sahabat jari-jari tanganmu menyentuh lembut dalam canda kata,

Kau adalah seseorang yang paling mengerti bahasaku

Kau pahami aku disetiap keresahan

Kau hibur aku disetiap kesedihan

Kaupun temani aku, disetiap ku sendirian.

Kau adalah seseorang yang dapat membendung air mataku

Kau lah jua seseorang yang dapat melebarkan senyumku

Kata-katamu membuat diri ini bersemi di padang ilalang yang kering


Kau terangi kegelapan

Kau rangkai kata-kata indah yang penuh harapan

Kau lukis warna pelangi di langit mendung pucat abu-abu

menjadi purnama kala rembulan sabit pulang ke peraduan

sahabat maaf atas khilafku

senyummu kan abadi bersama

pelaminan perkawinanmu

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...