""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 15 November 2008

Kemana Kau akan melangkah

Memandang pada yang lain sendiri
Tinggal seperempat detik lagi,
dialog sunyi akan bernyanyi
bilur bilur sesal tak lagi mampu terampuni
Dan sajak-sajak lahir dari ketakutan yang mendalam
Pertautan seperti seutas tali lagi yang tak mampu dibatasi
Mimpi itu meneteki tanah hitam dengan seribu bahasa
Wahai,
inilah kenyataannya
Ketika jalan jalan hitammu hitam yang senyap
Catatan untuk yang terpinggirkan

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...