""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 01 Juni 2009

Aku yang Terkapar di Sorot Matamu


Aku yang kau rindukan meskipun tak mampu kau peluk
seumpama angin aku menghanyutkanmu,
menerbangkanmu ke segala rasa.
mengisi sudut tersepi saat mentari pun tak mampu menghangatkan
dan melengkapi.

Atau...ketika keriangan menjadi cerita,
terselip sedikit tanya...nyata kah kisah biru kau dan aku ?
Lihatlah setapak itu,
alangkah sulit terlewati.
Kau melihatnya disana...
seseorang menantimu untuk meraihnya.

Genggam saja buliran rindu yg sekian wktu menjerat kau dan aku.
Dekap saja...
rasakan saja...
ikuti iramanya
namamu...
namaku...
bergantian terdengar disudut terjauh
menggema, mengaliri setiap jengkal laju detak jantungku.
Kau pernah bertanya,...
Tentang pilar indah dan pohon nan rindang
tempat kakiku berpijak.
atau dahan-dahan tempat ku berayun,
tiada yg mampu menjawab tanyamu kekasih.
Tidak juga aku...

ku yang tersembunyi hanya mampu menatapmu lekat.
menyimpan sebait puisi beraroma rindu.
segudang tanya kapan ku menjadi milikmu,
sepenuh hati menyimpan sesal...
sesal karena kita terlahir tidak untuk saling melengkapi.

Boleh saja kau pergi,
karena jika lelah pun ku kan pergi.
Tidak karena cinta yg sementara...
tapi karena dia,
Aku tetap masih berharap,
disorot teduh matamu
tersimpan butiran kerinduan buatku....
Kau terus meyakinkanku,
entah
sampai dimana sesuatu
yang kita rasa
kita perturutkan.

Suara Hati
sahabatku Irmasenja
2009

2 komentar:

irmasenjaque mengatakan...

Ehmmm.....kayany aku kenal deh siapa penulis puisi ini ?
seorang wanita yg suka bgt nulis,hehe.... ini puisikuuuu.....

Mas,nama penulisny kok g di sebutin sih ???

berarti tulisanku bgs yah..hihihi....

irmasenjaque mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...