""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 10 Juni 2009

Sebelum Pelangi Setubuhi Langit


Langit hari itu muram
sembunyi awan di ketiak mendung
tertutup tetes satu satu di pagi buta
binatang pun membisu tanpa lagu

Tapi kupu-kupu biru terbang
diantara gerimis yang jatuh satu satu
bersama angin syahdu mewarnai sisi langit yang kelabu
tersenyumlah pada matahari yang malu
pada lembut embun genit dipucuk-pucuk rerumputan
kilaunya menyimpan kesejukan
yang boleh kau bawa tidur bila hatimu resah

sebelum pelangi setubuhi langit
maka aku cuma bisa mengumpulkan ribuan daun
yang asyik menari bersama angin
dalam bentuk jari-jari yang rapuh

Hujan pun mereda meskipun gerimis
belum bosan mengelabui senyum-senyum yang lama kutunggu
masih tersamar dibalik tetes satu satu
tampak pelangi setubuhi langit

1 komentar:

Inspirasi Ku mengatakan...

missiee. mpang lewat aja! g' bisa koment ne ! post nya kren abies!

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...