""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 01 Juni 2009

Kemanakah Pelangi di Matamu


Mana pelangi yang dulu kau pancarkan dari matamu
Mana teduh kornea matamu yang manjakan hatiku
Mana lentik bulu dan kerdipan mesramu

kosong dan semu

biduk pun tak bergeming tanpa geliat dalam riuh dengkur ombak
angin pesisir masih berhembus sibak misteri dimatamu
seiring teriakan camar memanggil angin gunung

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...