Friday, June 5, 2009

Meradang Luka Kala Purnama

pada gadis di bingkai jendela
kau sibak ketenangan hakiki
menjelma desis angin pesisir pekat
Kini matamu sayu di kumparan ombak
begitu kudengungkan bekumu pada selaput kabut

pada gadis di gelas minumanku,
meja perjamuan hidangkan angin lalu
yang berubah surut pada lautmu

pada gadis dibingkai kenangan
angin pesisir tlah sesaat menyatu dengan angin gunung
dalam cakrawala biru yang tak sepi
riak-riak kecil membasuh biru pantai
menebar karpet dalam buaian kepiting laut


pada gadis yang menunduk diatas biduk
angin pesisir hanya memandang
buih luka menjelma lara
bersemayam kala purnama meradang

No comments: