""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 21 Juni 2009

Meski Gerimis telah Berhenti


Dalam genangan bayangmu
kutulis sajak ini

sambil kukenang satu ingin yang pernah melayang dalam kaki-kaki hujan yang runcing seperti kerlingan

kutulis daun teratai dengan gerimis basahi wajah
kirimkan bayangmu untuk senja
yang bergegas setubuhi malam

kau tak akan mengerti
bayangmu adalah pena
menulis kata penuh makna
kau tak akan mengerti
bayangmu selalu sisihkan sunyi

meski gerimis telah berhenti
lelah sudah menyalin kata dari rasa
bersama angin pesisir mendekap rindu

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...