""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 05 Juni 2009

Hujan Petang Hari Ini


Hujan petang tampar semburat merah
Menjelma pelangi dipelupuk mata
Membuka ingatan angin pesisir
tentang jerit dingin dinding putih
menjelma siluet di atas pasir
pasrah terserak panas
lalu dingin


Suara dedaunan menyimpan begitu banyak
Huruf-huruf sunyi dan memahat pelangi
Diantara ombak dan gelombang
Dari pesisir ini kulihat kau berdiri…

Aku mencium bau kabut pada kata-katamu
Hingga menjelma tetes-tetes sendu
Yang membakar darah dan jantungku
Meninggalkan bara membara
membasuh waktu

5 komentar:

irmasenjaque mengatakan...

indah banget.....

Ari mengatakan...

weeeeee....

Betapa indah rangkaian kata yang terukir.
Laksana untaian melati mawar disela hijau dedaun.
Indah dipadu semerbak wanginya....

Ketularan nih

nyoman mengatakan...

jadi pengarang puisi aja sob :)

MUBAROK mengatakan...

Siip Bangetz. Minta ajari buat Puisi Mz. Inspirasi / ato memulai buat puisi dari mana? Soalnya saya masih pemula dalam buat puisi. Mohon bimbingannya

Li mengatakan...

selalu Indah mas..^^

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...