""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 17 Juni 2009

Racun dalam Darah

Kau tebarkan racun dalam darahku
terpuruk jiwa goyah
terpekur lara dalam gundah
detik berdenting
kucoba bersihkan
musnahkan

tiap dengus kuhembuskan
kucoba buang
semu dalam kenisbian

biarkan jarum jam melenggang bisu
di lengang bibirmu

kau layarkan bunga kertas pada lembar hatiku
Maka tuliskan saja segenap nyerimu,
lantunkan saja segenap dukamu bersama deburan darah

Sekalipun kupu-kupu tak sematkan namamu
pada kilau bintang-bintang di langit, atau
sekalipun ikan-ikan tak goreskan namamu
pada gemuruh ombak pesisir

ada setitik mendekap
tak kuasa aku singkap

2 komentar:

sungaikuantan.com mengatakan...

pertamaXXXX...........

wah.... ku bakar racunmu....
dalam jiwa yg bergoyang..
dan ku hembus bara api itu...
nan membara dihatimu....

hehehe... coba-coba berpuisi bro...

salam akrab selalu....

lesparisien.net mengatakan...

wah keduaxx

wow campuran konotasi dan denotasi yang seimbang nih mantap

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...