""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 26 Juni 2009

Barangkali Masih Ada Laut Untuk Sajakku


Riak berbusa menepi perlahan
pasir pun tetap membisu,
di tempat ini barangkali bisa kupahami sajak
Memandang gelombang biru
Pergi datang pada waktu yang telah ditentukan.

Lalu lalang ikan, kepiting, biduk, nelayan, atau seperti aku sekadar manapakkan jejak tuk menangkap isyarat lewat kata-kata.
Tak ada yang pantas ditinggalkan, juga
serpih-serpih kayu yang terdampar
Lambaian tangan dan air mata seperti
Jarum yang setia pada angka-angka,
jejak takkan terhapus sesaat
riak pun tetap merayap setubuhi pasir
seiring belai mesra angin pesisir

Barangkali masih ada laut yang mampu menampung makna sajakku. Datang, Singgah, dan pergi sampai sajakku menepi menemukan makna mendekap sunyi.


Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...