""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 05 Juni 2009

Pucat Purnama


Purnama pucat tergambar di langit
dalam jerat serabut tebal menggumpal
Kilauan terejam gelap mengental

purnama pucat mematung menyendiri fana
Berkisah sendiri pada sosok kelu
pucat pasi pun temaram

purnama pucat bergantung sepenggal
Makin pucat
Makin pekat makin sirna
Berkas sisi tak pernah ada
Detik maut menderunya
Redup itu tertutup
Tanpa sesalnya pada temaram

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...