""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 08 Juni 2009

Katakan dengan Senyummu


Senja merayap menuruni gunung berselimut awan
membias cahaya kemerahan
pekik camar tangisi bayang mentari pulang

Terbayang Kau duduk di tepian
riak busa membasuh ujung jarimu
Kau tatap camar menyusup diantara gelombang
terbelah mutiara perlahan mengalir tak terbendung
menderas membasuh ranum pipimu

Senja ini perlahan ingin kutahan
kenangan tak akan sempat berlalu
walau sekejap tak akan kulepaskan kudekap erat

Ah, senja yang kelabu, kuning dan ungu
biarkan aku sebebas camar
biarkan kutangkap pelangi di ujung langit
sedang mentari merah di sampingku
mengalirkan muara duka dan bahagia

Bercerita tanpa kata-kata
menangis tanpa airmata
langit bagaikan layar menggelar
kisah perjalanan Kau dan ombak di ketenangan pusaran

Tapi waktu tak berpihak pada angin gunung
dan angin pesisir
pada saatnya harus berpisah menemukan dunia
tersembunyi di balik kenangan
bagai kisah laela dan majnun

Katakan dengan senyummu,
diantara ombak, pesisir, gunung dan senja
akan Aku dan Kau temukan pelangi di ujung waktu

1 komentar:

Anazkia mengatakan...

Ombak, pesisir, angin dan senja. Saya sering menemukan kata2 itu dalam puisi bapak. Bertautan satu sama lain, berterusan mengikuti iramanya.

Komennya, ajarin saya donk pak... :)

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...