""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 11 Juni 2009

Kau Pungut Sekeping Hening dalam Kelambu Jiwa

Ingin kujumpa
mata yang menerbitkan rindu dalam dada
Seperti cahaya dan gerimis yang menggambar pelangi di langit harap
demikian manja gerimis menyapa.
Cahaya disela-sela.
Memendar pendar.
Mewarna di udara.

Lengkung mimpi kanak-kanak ke langit cintamu.
Biarkan bait-bait rindu menelusup dalam mimpimu.
huruf demi huruf berloncatan dari tut keyboard
terlempar menelusup jauh ke dalam dadamu.
Dalam hangat pelukmu.

O sosok yang merindu.
ingin kujumpa mata hingga tumpas rindu dendamku.
Dalam tatap matamu masih kulihat cahaya kuning keemasan,
menggoda ingatanku

hingga ribuan kata berloncatan menjelma puisi
puisi menjelma imajinasi dalam dunia kenangan,
bayangku memandang rembulan dan mengaung,
sebagai serigala, menggetarkan langit dengan jerit teramat rindu
pada kekasih di angan rapuh.

kau pungut sekeping hening dalam kelambu jiwa meronta tiada.
dan kau tanam ia dalam desah nafas memanas menderas.

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...