Saturday, August 30, 2008

Gerimis Akhir Agustus

Seekor Angsa putih tergolek lemas di beranda


Gerimis tipis lentingkan satu lagu dia akhir Agustus ini

Ada letih dalam dinginmu

Tertatih kau menangkap rasa yang tak betah bertamu

Terseret-seret kau dalam kelihaianmu mempermainkan angin sembilu

Kakimu luka, mengeluarkan darah yang termerah sepanjang sejarah

kau lunglai, ditusuk gerimis yang sekejap membadai

Dengan mudahnya, kau diterbangkan angin gersang

Dihantam petir yang mengerang

Dengan hati yang keluar dari sarang, kau melayang

Gerimis akhir bulan Agustus pun meradang


kau terbang, dengan mata terbelalak

kau mengusang dengan dada yang berlubang

Berharap ada yang datang

Menjengukmu di sepanjang pandang

Oh angsa putih terlelap kau dalam

dekap gerimis akhir bulan agustus

1 comment:

SAWALI TUHUSETYA said...

lirik yang bagus, pak didik, terhindar dari kesan cengeng dan sentimentil. agustus, wew... biasanya selalu mengingatkan kita pada awal2 kemarau panjang, ternyata pak didik masih menangkanp suara gerimis menjelang akhir bulan. selamat menyongsong kahdiran bulan suci, pak didik, mohon maaf lahir dan batin....